Waspada! Indonesia Jadi Sasaran Bioterorisme
Ancaman Bio-terorisme ato Bioterorism ialah nyata. Bioterorism ato bio-agents ialah terorisme yg melibatkan pelepasan ato penyebaran âagen biologisâ scr sengaja. Agen yg dimaksud disini ialah bakteri, virus ato racun alami, & jga dlm bentuk yg telah dimodifikasi oleh manusia (human-modified form).
Metode ini biasanya digunakan dlm peperangan (biological warfare), namun meskipun kasus bioterorisme msh jarang terjadi, Indonesia harus meningkatkan kesiapan & kewaspadaan utk menghadapinya!
âAtlas mengungkapkan, kasus bioterorisme yg pernah terjadi antara lain ialah kontaminasi bakteri Salmonella di salad di 10 restoran di Amerika Serikat di tahun 1984.
Lebih dari 750 orang di Oregon sakit. Sepuluh tahun kmudian, terungkap bhwa kontaminasi itu merupakan aksi bioterorisme yg dilatarbelakangi kepentingan politik. Salmonella sengaja disebar sblm pemilu sehingga warga tak bisa memilih krna sakit.
Kasus kedua terjadi di Jepang. Seorang ilmuwan asal Jepang menebar bakteri anthrax. Kasus itu kmudian terungkap sbg bentuk bioterorisme. Untungnya, bakteri anthrax yg disebar merupakan âversi jinakâ sehingga tak mengakibatkan epidemi.
Namun, di Amerika Serikat, aksi bioterorisme dgn bakteri anthrax yg disebarkan dgn amplop di tahun 2001 lalu berhasil membunuh 5 orang serta membuat lbih dari 20 orang terinfeksi. Akibat aksi tersebut, Pemerintah Amerika Serikat menanggung biaya besar krna harus memberikan dosis profilaksis di puluhan ribu orang.
![Click this image to show the full-size version. [âIMG]](https://indocropcircles.files.wordpress.com/2015/10/anthrax-written-letters2.jpg?w=622&h=310)
Amplop tulis tangan yg mengandung bakteri Anthrax di Amerika.â
Wakil Direktur Lembaga Eijkman, Herawati Sudoyo, mengatakan bhwa aksi bioterorisme sejauh ini memang sangat jarang. Walau demikian, Indonesia tetap harus mempersiapkan diri.
âKita harus lakukan persiapan sblm itu terjadi, bukan responsif sesudah ada kasus. Penegak hukum harus masuk dlm biosecurity (ketahanan biologi),â katanya.
Herawati menilai, sejauh ini Indonesia blm siap utk menghadapi ancaman bioterorisme. Itu tecermin dari penanganan kasus teror di Kedutaan Besar Perancis di tahun 2012. Kala itu, kedutaan mendapat kiriman amplop berisi bubuk putih & bertuliskan âAnthraxâ.
âYang masuk waktu itu Gegana. Mereka biasa mengamankan TKP, udah jago banget. Namun, bagaimana kalo ancamannya biologi. Mereka masuk dgn segala atribut yg fancy, tetapi tdk protected,â ungkap Herawati. Untunglah, ancaman anthrax itu hoax. Jikalau benar, bisa jadi akibatnya bisa fatal.
Herawati mengingatkan, senjata biologi bisa dikembangkan dgn lbih mudah & murah. Jadi, lbih banyak orang bisa mengembangkannya & menyebarkannya utk kepentingan masing-masing. âTidak kaya nuklir yg memang mahal. Utk biological weapon, kit itu murah,â katanya.
âSejak tahun 1972, di dunia sbnrnya udah ada kesepakatan bernama Biological Weapon Convention (BWC). Dlm konvensi itu, semua negara dilarang utk mengembangkan senjata biologi.
Indonesia pun meratifikasinya di tahun 1992. Walau demikian, ada potensi di masa depan bhwa konvensi itu akan dilanggar. Hal ini terbukti dari sejumlah kasus bioterorisme. Jadi, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.
Menyusul kasus anthrax di tahun 2001, Atlas mengatakan bhwa Pemerintah Amerika Serikat & ilmuwan mengembangkan prosedur keamanan.
,Prosedur keamanan itu kaya mengawasi akses pada kultur mikroba mematikan, mengawasi pembelian bahan kimia yg bisa dipakai sbg bahan utk membantu mengembangkan mikroba mematikan, serta menyiapkan stok vaksin utk mengatasi serangan mikroba tertentu yg bisa disebarkan ke seluruh negeri dlm 24 jam.
Herawati mengungkapkan, Pemerintah Indonesia bisa mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bioterorisme di kalangan militer, & meningkatkan kerja sama antara pihak militer & pemangku kepentingan dlm bidang kesehatan masyarakat
âAda Tiga Kategori Bio-Agents
Saat ini dibawah hukum Amerika Serikat, bio-agen yg telah dinyatakan oleh Departemen Kesehatan (U.S. Department of Health) & Layanan Manusia ato Departemen Pertanian AS (Human Services or the U.S. Department of Agriculture) memiliki âpotensi menimbulkan ancaman berat terhadap kesehatan masyarakat & keselamatanâ, scr resmi telah didefinisikan selaku âagen pilihanâ (select agents).
![Click this image to show the full-size version. [âIMG]](https://indocropcircles.files.wordpress.com/2012/05/namru2-inside.jpg?w=263&h=175)
NAMRU2 Lab.â
CDC (Centers for Disease Control and Prevention) dari AS mengkategorikan agen ini A, B ato C, & mengelola Program Agen Pilihan (Select Agent Program), dgn mengatur laboratorium yg bisa jadi memiliki, memakai, ato mentransfer agen pilih di Amerika Serikat.
Seperti upaya AS utk mengkategorikan narkoba berbahaya, virus desainer blm dikategorikan & flu burung H5N1 telah terbukti dapat mencapai kematian yg tinggi berkat komunikasi antar manusia di laboratorium.
1. Kategori A
Agen prioritas tinggi ini menimbulkan risiko bagi keamanan nasional, dapat dgn mudah ditularkan & disebarluaskan, mengakibatkan kematian yg tinggi, memiliki potensi dampak kesehatan masyarakat yg luas, dapat menyebabkan kepanikan publik, ato membutuhkan tindakan khusus utk kesiapan kesehatan masyarakat. Kategori A ini termasuk:
- Tularemia or ârabbit feverâ (Tularemia ato âdemam kelinciâ)
- Anthrax
- Smallpox (cacar)
- Botulinum toxin (racun Botulinum)
- Bubonic plague (penyakit pes)
- Viral hemorrhagic fevers (Demam virus hemorrhagic)
Agen kategori B yg cukup mudah utk disebarkan & memiliki tingkat kematian rendah. Yaitu:
- Brucellosis (Brucella species)
- Toxin Epsilon dari Clostridium perfringens
- Food safety threats (ancaman keamanan pangan) misalnya, spesies Salmonella, E coli O157: H7, Shigella, Staphylococcus aureus
- Glanders / Burkholderia mallei (penyakit ingusan)
- Melioidosis / Burkholderia pseudomallei
- Psittacosis / Chlamydia psittaci
- Q fever / Coxiella burnetii (Demam Q)
- Ricin, toxin dari Ricinus communis (castor beans)
- Toksin Abrin dari Abrus precatorius / Rosary peas (Racun Abrin dari saga rambat / kacan polong Rosary)
- Staphylococcal enterotoxin B
- Typhus (Rickettsia prowazekii)
- Viral encephalitis / alphaviruses, misal: Venezuelan equine encephalitis (ensefalitis kuda Venezuela), eastern equine encephalitis (ensefalitis kuda timur), western equine encephalitis (ensefalitis kuda barat)
- Water supply threats (Ancaman pasokan air), misalnya Vibrio cholerae, Cryptosporidium parvum)
Agen patogen Kategori C adalah patogen yg direkayasa & keberadaannya sengaja utk penyebaran scr massal (mass dissemination) & bahan patogen ini mudah produksi jga mudah penyebarannya serta memiliki tingkat kematian yg tinggi, ato memiliki kemampuan utk menyebabkan dampak kesehatan utama. Diantaranya adalah:
- Virus Nipah
- Hantavirus
- SARS
- H1N1, varian dari influenza (flu)
- HIV / AIDS
![Click this image to show the full-size version. [âIMG]](https://indocropcircles.files.wordpress.com/2013/04/bio-hazard.jpg?w=640)
â
indocropcircles.wordpress.com
0 comments:
Post a Comment